Cara Pengurusan Pajak 5 Tahunan Kendaraan Bermotor

Sudah hampir 10 tahun saya memiliki kendaraan bermotor roda dua Honda SupraX 125. Sudah waktunya melakukan pembayaran pajak 5 tahunan. Berbeda dengan pajak tahunan yang cukup datang ke bank BPD maka pengurusan pajak 5 tahunan karena kita harus datang langsung ke Samsat dengan membawa kendaraannya juga. Tapi karena hanya 5 tahun sekali, saya lupa cara ngurus pajaknya.

Gedung Depan Kantor Samsat Gunungkidul
Pada kesempatan ini saya ingin berbagi proses pengurusan pajak 5 tahunan kendaraan bermotor. Pengurusan pajak ini di Samsat Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga cara pengurusan ini juga sama dengan kabupaten lain, ya paling tidak mirip-miriplah.

Tulisan ini semoga menjadi pengingat bagi saya pribadi saat pengurusan pajak 5 tahun mendatang. Dan menjadi referensi bagi Anda yang belum pernah atau lupa dalam pengurusan pajak kendaraan.

Proses Pengurusan Pajak 5 Tahunan

Proses pengurusan ini saya bagi menjadi dua kegiatan. Yang pertama persiapan dan yang kedua pelaksanaan atau eksekusi.

A. Persiapan

Beberapa dokumen yang harus dipersiapkan dan harus dibawa diantaranya:
1. BPKB asli
2. STNK asli
3. KTP asli sesuai yang tertera di BPKB dan STNK
4. Bolpoint
5. Uang secukupnya dan uang pecahan kecil

B. Eksekusi

Pagi-pagi saya periksa kembali dokumen-dokumen yang harus dibawa menuju Samsat. Setelah lengkap, jangan lupa kendaraan yang mau diurus pajaknya harus ikut serta dibawa. Perjalanan dari tempat tinggal menuju Samsat Gunungkidul memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. 

1. Fotokopi

Sampai di Samsat Gunungkidul pukul 08.35, saya langsung menuju tempat fotokopi. Dokumen BPKB, STNK, dan KTP asli saya diserahkan pada petugas foto kopi. Biaya fotokopi cukup murah, hanya seribu rupiah.

2. Gedung Belakang

Setelah fotokopi, saya membawa kendaraan masuk kantor Samsat. Diarahkan petugas menuju belakang gedung untuk langsung melakukan cek fisik. Oleh petugas cek fisik saya diminta untuk mengambil nomor urut. Nomor urut diperoleh dengan memasukkan nomor plat kendaraan (TNKB) ke monitor. Setelah itu akan keluar secarik kertas, selanjutnya tinggal tunggu dipanggil.

Tak berselang lama, nomor antrian sudah dipanggil dilanjutkan cek fisik kendaraan, STNK asli dan fotokopi tadi diminta oleh petugas. Nomor mesin dan nomor rangka kendaraan saya digesek-gesek oleh petugas. Selesai digesek saya diminta untuk memarkirkan kendaraan dan menuju loket disamping cek fisik untuk pendaftaran. Beberapa menit kemudian nama dipanggil dan diminta membayar Rp10.000,- dan diberikan berkas-berkas untuk pengurusan selanjutnya. Selanjutnya saya diarahkan menuju loket 1 gedung depan.

3. Gedung Depan

Pukul 9 di gedung depan sudah dipenuhi orang-orang. Saya langsung saja menuju loket 1 yang ada dipojok selatan. Berkas-berkas dari loket cek fisik belakang saya taruh dikeranjang yang ada di loket 1. Beberapa menit kemudian nama dipanggil dan dimintai KTP asli dan diberikan nomor antrian. Kemudian saya duduk kembali.

Setelah 20 menit, dipanggil kembali dibagian pembayaran. Disampaikan petugas untuk membayar Rp152.500,-. Dan saya diminta untuk menunggu kembali. Beberapa menit kemudian dipanggil kembali, diminta untuk membayar senilai Rp160.000,- dan kembali duduk untuk pencetakan STNK dan Surat Ketetapan Pajak Daerah. Selang beberapa menit, dipanggil kembali. Kali ini saya memperoleh STNK dan KTP asli kembali, kemudian diarahkan ke gedung belakang untuk mengambil plat nomor.

4. Gedung Belakang

STNK dan KTP asli ditunjukkan diloket pengambilan TNKB. Antri sebentar, dan tak lama berselang plat nomor kendaraan sudah saya pegang. Berarti seluruh proses pengurusan pajak 5 tahunan sudah selesai. Hanya membutuhkan proses sekitar 1 jam untuk pengurusan ini. Cukup mudah dan lancar.

Rekapitulasi Pengurusan Pajak 5 Tahunan

Berikut ini rekapitulasi biaya-biaya yang saya keluarkan dalam proses pengurusan pajak kendaraan. Nama-nama pembayarannya hanya saya berikan berdasarkan lokasi pembayaran, karena oleh petugas juga tidak dijelaskan secara detail pembayarannya untuk apa saja, mungkin karena prosesnya agar cepat. Besaran biaya berbeda-beda bergantung jenis kendaraan maupun tahun produksinya.

Keterangan
Biaya
Fotokopi
1.000
Loket Cek Fisik
10.000
Loket Pembayaran Pertama Gedung Depan
152.500
Loket Pembayaran Kedua Gedung Depan
160.000
Parkir
1.000
Jumlah
314.500
Setelah proses selesai saya cek lagi pada bagian Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN-KB dan SW-Jasa Raharja, jumlah yang saya keluarkan beserta rinciannya tertera disana. Terdapat selisih Rp2.500,- untuk iuran PMI. Jadi dana yang saya keluarkan sama persis dengan apa yang tertera pada Surat Ketetapan Pajak Daerah tersebut.

Berlangganan via Email